Rumah Adat Jawa Timur

Rumah adat jawa timur

Rumah Adat Jawa Timur –¬†Apakah kalian tahu, rumah adat Jawa Timur sangatlah unik? Saat proses pembangunan, cukup banyak filosofi kehidupan yang dimasukkan ke dalamnya. Mulai dari model atap hingga model ruangan semua dipikirkan dengan seksama. Simak ulasan Agenbola588 berikut:

a. Bagian Atap

Indonesia memiliki banyak sekali rumah adat.Sebagai contoh, Jawa Timur memiliki rumah adat yang bernama Joglo. Kata joglo sendiri diambil dari bentuk atapnya yang disusun atas dua buah tajug. Dalam bahasa Jawa dua tajuk kerap disebut ‘tajug’ dan ‘loro’ yang lama kelamaan menjadi joglo.

Atap rumah adat joglo menyerupai sebuah gunung. Pengambilan unsur gunung untuk dijadikan referensi bentuk atap dikarenakan masyarakat jaman dahulu percaya bahwa gunung merupakan tempat tertinggi di dunia di mana merupakan tempat tinggal para dewa.

b. Tiang Bangunan

Adat Jawa juga percaya bahwa tiang penyangga atap mempunyai maksud tersendiri. Dalam filosofi budaya Jawa tiang bangunan bernama soko guru dan berjumlah 4 buah.

Jumlah 4 ini dimaksudkan bahwa kekuatan yang berada di alam berasal dari empat penjuru mata angin. Pada persimpangan mata angin atau yang disebut pancer inilah manusia berada. Tempat manusia berada ini dianggap memiliki kekuatan magis yang bermanfaat untuk perlindungan.

c. Pendopo

Ciri khas rumah adat joglo Jawa Timur lainnya adalah adanya pendapa. Pendapa adalah sebuah ruangan yang cukup besar yang terletak di bagian paling depan sebuah rumah. Ruangan ini tidak memiliki pintu dan terbuka luas.

Penggunaan ruangan pendopo selain untuk ruang santai keluarga juga bisa digunakan anak-anak bermain. Pendopo juga bisa digunakan untuk menerima tamu yang bertandang ke rumah.

Pembuatan ruangan yang tanpa sekat, jendela ataupun pintu mengambil filosofi bahwa masyarakat Jawa ramah dan terbuka. Di ruangan ini hanya diberi tikar akan dianggap setara antara satu dengan yang lainnya. Namun seiring berjalannya waktu disediakan meja dan kursi untuk digunakan bercengkrama.

d. Pringgitan

Jika kita masuk ke dalam rumah joglo maka akan ditemukan sebuah ruangan di antara ruang dalam dan pendopo. Ruangan ini disebut pringgitan.

Sumber pembuatan ruangan ini dimaksudkan agar manusia harus hormat kepada para dewa-dewi. Dewi yang dimaksud adalah Dewi Sri. Dewi yang memberikan perlindungan, kebahagiaan dan kesuburan bagi penghuni rumah.

Bagian rumah ini biasanya digunakan oleh pemilik rumah untuk mengadakan acara ruwatan penghuni rumah. Paling sering untuk tempat pagelaran wayang kulit dalam susunan acara ruwatan.

e. Ruang Utama

Berjalan ke ruang utama mata akan disuguhkan 3 buah senthong. Rumah adat Jawa Timur lengkap harus mempunyai ruangan-ruangan ini. Dibuat berjumlah tiga yang masing-masing memiliki filosofinya tersendiri.

Pada senthong bagian kiri dimaksudkan untuk kamar dari sesepuh atau orang tua. Anak-anak diberikan kamar tersendiri dibagikan senthong tengen (kanan). Senthong tengah dikosongkan tidak boleh ditiduri oleh siapapun.

Pada bagian kamar ini karena banyak terpengaruh dari animisme, hinduisme atau ajaran Buddha akan dimanfaatkan sebagai tempat menu Dewi Sri. Selain itu bisa dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan barang-barang berharga yang dimiliki.

f. Ornamen

Jika menemukan ornamen dalam rumah joglo yang didatangi maka ornamen ini dimaksudkan untuk tujuan tertentu. Dulu pembuatan rumah joglo sering dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Hindu/Budha dan animisme sehingga mulai dari atap sampai ornamen diukir di berbagai sudut rumah.

Rumah joglo dulu sebelum Islam datang, banyak sekali hiasan sulur gelung atau makara terukir di pintu utama. Ukiran ini dimaksudkan agar penghuni rumah terlindung dari kejahatan dan mara bahaya.

Joglo sebagai rumah adat Jawa timur perlu untuk dilestarikan dan dikenalkan kepada anak cucu beserta filosofinya. Hanya tinggal mengenalkan dan menjaga saja karena nenek moyang telah membuatnya sangat kokoh dengan bantuan kayu jati. Kayu yang sangat kuat yang tidak lekang dimakan waktu.

Artikel yang Direkomendasikan